Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Produk UKM

Wow, Banyak Produk UKM Riau Sudah Menasional

UKM riau .com,  Pekanbaru (KUMKM-Riau)- Melalui usaha keras dan terus berupaya untuk berinovasi, akhirnya banyak hasil produk UKM Riau sudah menjadi produk tingkat naional. Beberapa produk UKM Riau yang sudah menasional seperti, madu, teh mas cotek, nenas dengan berbagai varian, tenun, batik dan lainnya. Kabid Promosi dan Soialisasi Dinas Koperasi dan UMKM Riau, Dra. Gustini, jumat (23/9) mengatakan, produk hasil usaha masyarakat Riau sudah banyak yang bersaing ditingkat nasional karena produknya sudah menasional. Bahkan ada produk yang dilirik dan diminati di tingkat internasional, seperti Malaysia dan Singapura, produk tersebut adalah Teh Mas Cotek.Untuk hasil produk ini tidaklagi hanya di tingkat lokal dan nasinal tetapi sudah mulai Internasional, ungkapnya. Sedangkan hasil Produk UKM di Riau yang sudah menasional juga cukup banyak, seperti tenun sak dan Batik Inhil. Untuk produk ini, kemenkop sendiri berminat sehingga ketika datang dalam ajang hari Koperasi diSiak dulu, batik Inhil...

Grand Opening Gerai Ole-Ole Khas Pekanbaru

UKM Riau - Grand Opening Gerai Ole-Ole Khas Pekanbaru. Sabtu (27/2), MTC Giant Panam Pekanbaru merayakan hari jadinya yang ke 7. Selain itu, juga melakukan Grand Opening Gerai Ole-Ole Khas Pekanbaru. Di mana gerai ini adalah usaha ekonomi kreatif oleh para pengusaha UMKM dan bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pekanbaru. Dalam acara tersebut, juga dilakukan penyerahan izin UMKM kepada para pengusaha UMKM Kecamatan Tampan. Sedangkan peresmiannya sendiri, dilakukan oleh Wali Kota Pekanbaru, DR. Firdaus, ST, MT dengan pemotongan pita dan penandatangan di atas sebuah kertas. Usai prosesi peresmian tersebut, orang nomor satu di kota Pekanbaru ini mengelilingi kios-kios dan berbicara dengan para pengusaha. Terlihat beraneka kuliner khas Pekanbaru, seperti bolu kemojo, kue bangkit dan lain-lain. Selain itu juga terdapat kerajinan kain songket khas Pekanbaru maupun Riau. Uniknya, selain menampilkan berbagai kuliner serta kerajinan, di Gerai Ole-Ole ini juga terdapat kerajinan da...

Kampar Panen Puluhan Ton Semangka, Bisnis UKM

UKM Riau - Kampar Panen Puluhan Ton Semangka, Bisnis UKM . Semangat bercocok tanam terus ditanamkan Kelompok Tani (Poktan) Jaya Tani binaan Community Development (CD) Program PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), di Desa Penghidupan, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar hingga sekarang. Dengan semangat tersebut, kelompok yang diketuai Rohmat ini pada Senin (8/8) telah memanen puluhan ton semangka kualitas unggul. “Kelompok kami memang terus semangat untuk bercocok tanam, terutama semangka sebagai andalan kami. Hasil panen selama dua hari, yakni Senin (8/8) dan Kamis (11/8) mencapai 40 ton dilahan seluas 4 ha. Sebanyak 4 petani telah menanam 6.500 batang semangka selama dua bulan,” ucap Rohmat. Eko Agus Rifai, salah seorang pemilik kebun semangka mengatakan hasil panen tersebut cukup bagus dibandingkan panen sebelumnya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada perusahaan atas kepedulian kepada kelompok tani melalui program CD RAPP yang telah memberikan pendampingan kepada kelompok diw...

Indonesia Saat ini Masih Bergantung Pada Ekspor Bahan komoditas

UKM Riau - Indonesia saat ini masih bergantung pada ekspor bahan komoditas . Namun, keuntungan pada jual beli bahan komoditas ini hanya dapat dinikmati oleh perusahaan besar. Padahal, lebih dari 90 persen perkebunan dimiliki oleh UMKM . Menurut Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng, UMKM pada sektor komoditas perlu didorong untuk mengakses pasar secara langsung. Dengan begitu, maka harga komoditas tak lagi dapat dimonopoli oleh perusahaan besar. "Kita harus memulai ke pasar lalu melangkah ke konsumsi produksi dan pasar. Maka perlu sinergi UMKM (konglomerasi) agar (UMKM) bisa bersaing dengan perusahaan lain," jelasnya dalam acara World Islamic Economic Forum, Jakarta, Kamis (4/8/2016). Saat ini, lanjutnya, UMKM telah memiliki modal kuat untuk membentuk konglomerasi. Hanya saja, butuh bantuan dan dorongan dari pemerintah agar UMKM ini dapat secara langsung menyentuh pasar global tanpa harus melalui perusahaan perantara. "Semua punya pasar. Dan yang perlu diketahui adalah 92 s...

Apakah Anda sedang menjual produk yang kemahalan?

UKM Riau , Apakah Anda sedang menjual produk yang kemahalan ?. Harga yang kemahalan juga bisa disebabkan daya beli konsumen yang menurun drastis. Kondisi ekonomi yang mengalami depresi bisa menyebabkan konsumen kehilangan kemampuan beli. Akibatnya harga yang tadinya affordable menjadi kemahalan. Hati-hati juga terhadap permintaan semu yang membuat harga menjadi terlalu tinggi. Banyaknya spekulan yang membeli properti untuk dijual kembali membuat harga di pasaran menjadi tinggi. Banyak yang takut bahwa sektor properti di Indonesia mengalami bubble seperti di Amerika Serikat, yang menyebabkan masyarakat tidak bisa membayar cicilan rumah. Padahal yang sering disampaikan oleh para pakar properti, terjadi over value sehingga konsumen tidak mau membeli. Sebagai pemain yang menyasar konsumen yang price sensitive, harga kemahalan merupakan mimpi buruk. Mengurangi biaya produksi untuk mengurangi harga jual adalah hal yang sering kali sulit dilakukan. Apalagi jika faktor inflasi dan nilai tukar...