[ad_1] UKM riau.com, Pemerintah diharapkan menaikkan tarif bea masuk anti dumping (BMAD) tepung terigu impor menjadi 15% dari 5% untuk meningkatkan daya saing terigu lokal dan menjegal produk impor. “Industri tepung terigu merasa kesulitan bersaing dengan tepung terigu impor, karena harganya jauh lebih murah. Dampaknya, impor terigu naik signifikan sejak 2014, terutama dari tiga negara utama, yakni Turki, Srilanka dan India,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Tepung Terigu Indonesia (Aptindo), Ratna Sari Lopies di Jakarta, Selasa (20/9). Berdasarkan data Aptindo, impor terigu dari Turki naik 971,8%, Srilanka 1.000%. Pada periode Januari hingga Juni 2016, total impor terigu mencapai 97.349 metrik ton senilai US$ 28,22 juta. “Hanya impor dari India yang tercatat turun, yang lainnya naik. Kalau BMAD dinaikkan, produk terigu di dalam negeri bisa bersaing dengan produk impor,” papar dia. Menurut Ratna, selama ini pemerintah menilai BMAD terhadap produk terigu dapat disalahgunakan para prod...