[ad_1] UKM riau.com, YOGYAKARTA - Dewan Kerajinan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta meminta para pengrajin batik memprioritaskan sertifikasi penggunaan batikmark" untuk menghindari pembajakan batik asal Indonesia oleh produsen luar negeri. "'Batikmark' digunakan untuk menandai keaslian batik, di tengah maraknya penjualan batik palsu atau produk tekstil bermotif batik," kata Direktur Eksekutif Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY Roni Guritno di Yogyakarta, Sabtu (15/10/2016). Dia mengatakan sebagian besar industri kecil menengah (IKM) atau pengrajin batik telah mendapatkan sosialisasi dan pendampingan mengenai batikmark dari Dekranasda DIY bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, serta Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB). "Meski sudah banyak yang memahami fungsi batikmark, masih banyak yang belum mendaftar labelisasi batik tersebut," kata dia. Dia mengatakan logo batikmark yang bertuliskan Batik Indonesia perlu diperhatikan...