UKMRiau - Indonesia saat ini masih bergantung pada ekspor bahan komoditas. Namun, keuntungan pada jual beli bahan komoditas ini hanya dapat dinikmati oleh perusahaan besar. Padahal, lebih dari 90 persen perkebunan dimiliki oleh UMKM. Menurut Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng, UMKM pada sektor komoditas perlu didorong untuk mengakses pasar secara langsung. Dengan begitu, maka harga komoditas tak lagi dapat dimonopoli oleh perusahaan besar. "Kita harus memulai ke pasar lalu melangkah ke konsumsi produksi dan pasar. Maka perlu sinergi UMKM (konglomerasi) agar (UMKM) bisa bersaing dengan perusahaan lain," jelasnya dalam acara World Islamic Economic Forum, Jakarta, Kamis (4/8/2016).
Saat ini, lanjutnya, UMKM telah memiliki modal kuat untuk membentuk konglomerasi. Hanya saja, butuh bantuan dan dorongan dari pemerintah agar UMKM ini dapat secara langsung menyentuh pasar global tanpa harus melalui perusahaan perantara. "Semua punya pasar. Dan yang perlu diketahui adalah 92 sampai 95 persen kopi, karet, rempah ada di tangan UMKM. Jadi ketika mereka kuat, akan bisa mengatur harga mereka sendiri," tutupnya.
Sumber : economy.okezone.com
Saat ini, lanjutnya, UMKM telah memiliki modal kuat untuk membentuk konglomerasi. Hanya saja, butuh bantuan dan dorongan dari pemerintah agar UMKM ini dapat secara langsung menyentuh pasar global tanpa harus melalui perusahaan perantara. "Semua punya pasar. Dan yang perlu diketahui adalah 92 sampai 95 persen kopi, karet, rempah ada di tangan UMKM. Jadi ketika mereka kuat, akan bisa mengatur harga mereka sendiri," tutupnya.
Sumber : economy.okezone.com
Komentar
Posting Komentar