[ad_1]

Presiden Joko Widodo (tengan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kiri), Menko Perekonomian Darmin Nasution (kedua kiri), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (ketiga kanan) mengamati hasil kerajinan yang dipamerkan di Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/10).
UKMriau.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung kebangkitan ekspor Indonesia yang ditandai dengan meningkatnya nilai transaksi pada pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di Jakarta.
"Ini kesempatan baik untuk dijadikan titik balik, karena sudah lama ekspor kita turun terus. Kita bersyukur, TEI 2016 ini bisa menjadi momentum," kata Ketua Komite Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Handito Joewono di Jakarta, Minggu (16/10/2016).
Nilai transaksi pada TEI 2016 hingga Minggu (16/10) pagi mencapai US$974,76 juta atau Rp12,7 triliun, naik 7,2% dibandingkan dengan TEI tahun lalu yang angkanya US$909 juta.
Handito menyampaikan momentum tersebut perlu dijaga dan dipertahankan oleh semua pihak baik pengusaha maupun pemerintah.
ini, Kadin akan menjalankan lima strategi pengembangan ekspor yang tertuang dalam peta jalan pengembangan ekspor 500% pada 10 hingga 15 tahun mendatang.
Pertama adalah penambahan eksportir baru yang berasal dari perusahaan besar, menengah hingga usaha kecil.
"Pengusaha kecil jangan dilupakan. Banyak dari mereka yang sudah memiliki potensi ekspor, namun belum melakukan ekspor," ungkap Handito.
Kedua yakni penambahan diversifikasi produk ekspor, di mana Handito melihat produk perikanan dan kelautan sangat potensial untuk dikembangkan.
Selanjutnya, pengembangan pasar ekspor, dengan cara penambah pasar baru maupun melakukan penetrasi pasar lebih mendalam.
"Kalau penetrasi, kita memperdalam tujuan ekspor di satu negara, misalnya menambah pasar ekspor di daerah-daerah lain di negara itu. E-commerce dapat dimanfaatkan dalam hal ini," kata Handito.
Kemudian, lanjutnya, meningkatkan harga rata-rata produk ekspor, dengan meningkatkan nilai tambah produk ekspor dengan melakukan hilirisasi produksi hingga ke produk akhir.
Terakhir, yakni meningkatkan ekosistem ekspor, di mana seluruh pengusaha Indonesia didorong untuk memiliki pola pikir ekspor.
"Dengan demikian, kami harapkan Indonesia dapat menjadi negara eksportir yang besar," kata bHandito.
[ad_2]
Visit web sumber : KLIK DISINI
Presiden Joko Widodo (tengan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kiri), Menko Perekonomian Darmin Nasution (kedua kiri), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (ketiga kanan) mengamati hasil kerajinan yang dipamerkan di Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/10).
UKMriau.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung kebangkitan ekspor Indonesia yang ditandai dengan meningkatnya nilai transaksi pada pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di Jakarta.
"Ini kesempatan baik untuk dijadikan titik balik, karena sudah lama ekspor kita turun terus. Kita bersyukur, TEI 2016 ini bisa menjadi momentum," kata Ketua Komite Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Handito Joewono di Jakarta, Minggu (16/10/2016).
Nilai transaksi pada TEI 2016 hingga Minggu (16/10) pagi mencapai US$974,76 juta atau Rp12,7 triliun, naik 7,2% dibandingkan dengan TEI tahun lalu yang angkanya US$909 juta.
Handito menyampaikan momentum tersebut perlu dijaga dan dipertahankan oleh semua pihak baik pengusaha maupun pemerintah.
ini, Kadin akan menjalankan lima strategi pengembangan ekspor yang tertuang dalam peta jalan pengembangan ekspor 500% pada 10 hingga 15 tahun mendatang.
Pertama adalah penambahan eksportir baru yang berasal dari perusahaan besar, menengah hingga usaha kecil.
"Pengusaha kecil jangan dilupakan. Banyak dari mereka yang sudah memiliki potensi ekspor, namun belum melakukan ekspor," ungkap Handito.
Kedua yakni penambahan diversifikasi produk ekspor, di mana Handito melihat produk perikanan dan kelautan sangat potensial untuk dikembangkan.
Selanjutnya, pengembangan pasar ekspor, dengan cara penambah pasar baru maupun melakukan penetrasi pasar lebih mendalam.
"Kalau penetrasi, kita memperdalam tujuan ekspor di satu negara, misalnya menambah pasar ekspor di daerah-daerah lain di negara itu. E-commerce dapat dimanfaatkan dalam hal ini," kata Handito.
Kemudian, lanjutnya, meningkatkan harga rata-rata produk ekspor, dengan meningkatkan nilai tambah produk ekspor dengan melakukan hilirisasi produksi hingga ke produk akhir.
Terakhir, yakni meningkatkan ekosistem ekspor, di mana seluruh pengusaha Indonesia didorong untuk memiliki pola pikir ekspor.
"Dengan demikian, kami harapkan Indonesia dapat menjadi negara eksportir yang besar," kata bHandito.
[ad_2]
Visit web sumber : KLIK DISINI
Komentar
Posting Komentar