Tips Membangun Aset Berharga Bisnis Anda. Seorang pengusaha berbagi kisah suksesnya dalam salah satu kesempatan seminar motivasi. Dia tampil menceritakan inspirasi sederhana bahwa salah satu kekuatannya dalam membesarkan bisnis adalah kehebatan para karyawannya, tim yang dipimpinnya.
Pengusaha tadi memiliki prinsip, bahwa untuk membangun totalitas karyawannya, ada 2 hal penting yang selalu diutamakan, yakni menjaga perut dan telinga karyawannya. Baginya, cukup 2 hal tadi maka loyalitas dan totalitas timnya tetap maksimal.
Lebih lanjut, dia menceritakan apa maksud 2 hal tersebut. Pertama, menjaga perut karyawan. Ini dimaksudkan adalah bagaimana perusahaan bisa menciptakan dan menjaga level kesejahteraan karyawan. Faktor gaji atau upah adalah hal paling penting yang selalu menjadi sumber motivasi seseorang sebelum mengajukan lamaran kerja.
Hal yang kedua adalah menjaga telinga karyawan tetap baik, maksudnya bagaimana perusahaan atau leader mampu menciptakan suasana kerja dengan jelas dan terukur. Karyawan tidak hanya butuh gaji, tetapi karyawan butuh kepastian karir, kebanggaan kerja, pembelajaran dan kepercayaan.
Berkat dua strategi tersebut, pengusaha tadi sukses mengembangkan bisnisnya dalam belasan tahun ini. Dia telah menerapkan strategi penting dalam pengelolaan karyawan, yakni bagaimana memberi kompensasi baik dalam bentuk direct financial maupun non-direct financial.
Alhasil , secara langsung produktifitas dan kinerja karyawan semakin meningkat seiring dengan loyalitas yang semakin terjaga.
Contoh kasus lain, beberapa perusahaan membentuk Serikat Karyawan sebagai organisasi untuk menghimpun kekuatan karyawannya. Perusahaan memanfaatkan keberadaan serikat karyawan dalam menjembatani komunikasi antara manajemen dengan karyawan.
Semakin banyak jumlah karyawan tentu saja membutuhkan cara yang berbeda untuk menjalin komunikasi dengan mereka. Intinya produktifitas karyawan harus tetap terjaga demi kemajuan bisnis. Disinilah letak seni mengelola karyawan sebagai aset yang terpenting bagi perusahaan.
Dalam artikel kali ini, saya akan berbagi tentang bagaimana meningkatkan produktifitas karyawan, menggunakan konsep Remuneration – Reposition – Recognition, sebagai berikut :
Ini adalah kompensasi langsung yang diterima oleh karyawan secara berkala dan rutin. Kompensasi direct financial reward, seperti: peningkatan gaji, bonus, komisi, insentif dan lain lain.
Pertimbangan besaran pemberian kompensasi direct ini tentu harus berdasarkan azas keadilan. Maksudnya, besaran kompensasi gaji tergantung kondisi internal dan eksternal perusahaan Anda. Besaran gaji (take home pay) minimal sama dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Dalam berbagai kasus, sistem penggajian dari sisi perusahaan juga dikenal dengan fixed-cost dan variable–cost. Fixed-cost adalah besaran standar yang akan diterima oleh karyawan, sedangkan variable-cost adalah kompensasi yang akan diberikan berdasarkan pencapaian kinerja karyawan. Jika karyawan berhasil melampaui target, maka karyawan berhak mendapatkan bonus, reward, insentif yang besarannya telah disepakati oleh manajemen dengan karyawan tentunya.
Kompensasi non-direct financial juga tak kalah pentingnya. Sumber motivasi karyawan bukan hanya dari sisi besaran financial yang diterimanya rutin setiap minggu atau bulanan. Karyawan juga butuh penghargaan dari aspek psikologis seperti pengakuan diri (self-esteem), tantangan (challenge), kekuasaan/jabatan (power of position), dan lainnya.
Contoh paling umum berupa career advancement (peningkatan karir), bisa diberikan dalam bentuk: promosi jabatan, mengelola segmen pelanggan yang lebih besar atau menugaskan karyawan untuk mengelola teritori yang lebih luas.
Tantangan akan pemberian kekuasaan atau jabatan kepada karyawan yang dianggap layak adalah sebuah penghargaan yang mampu lebih meningkatkan produktifitas. Terkadang perlu diciptakan kondisi persaingan internal untuk mendapatkan talent yang terbaik. Yang penting, azas transparan dan fairness menjadi acuan agar tidak menimbulkan demotivasi bagi karyawan.
Hal selanjutnya adalah bagaimana menjaga peningkatan performansi karyawan secara berkelanjutan. Kinerja juga memiliki ritme. Faktor psikologis perusahaan dan karyawan bisa naik-turun. Tantangannya adalah mampu menjaga ritme agar tetap tumbuh positif.
Larut ke dalam hal-hal yang bersifat rutin terkadang menjenuhkan. Butuh kreatifitas untuk mengungkit ritme agar kembali ke kondisi normal. Disinilah pentingnya memberikan sesuatu yang bersifat surprise bagi karyawan.
Pengakuan atas eksistensi keberhasilan karyawan dalam mencapai target dapat menjadi sesuatu surprise bagi karyawan. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menyatakannya.
Jika Anda ke resto fast-food, tidak jarang mereka menempelkan plakat untuk memberitahukan sosok karyawan yang paling berprestasi dalam jangka waktu tertentu. Ini contoh yang saat ini mulai lazim dipraktekkan sebagai bentuk recognition bagi karyawan.
Ada juga perusahaan yang menampilkan prestasi karyawannya dalam bentuk iklan di media massa. Contoh lain, pemberian hadiah ke lokasi yang selama ini menjadi impian karyawan namun bagi karyawan tersebut dianggap hal yang mustahil.
Tentu ini akan memperbesar dan meningkatkan kebanggaan karyawan yang mendapatkannya serta akan memacu semangat karyawan lainnya. Demikian Tips Menjaga Aset Berharga Bisnis Anda.
sumber : sobat-ukm.com
Pengusaha tadi memiliki prinsip, bahwa untuk membangun totalitas karyawannya, ada 2 hal penting yang selalu diutamakan, yakni menjaga perut dan telinga karyawannya. Baginya, cukup 2 hal tadi maka loyalitas dan totalitas timnya tetap maksimal.
Lebih lanjut, dia menceritakan apa maksud 2 hal tersebut. Pertama, menjaga perut karyawan. Ini dimaksudkan adalah bagaimana perusahaan bisa menciptakan dan menjaga level kesejahteraan karyawan. Faktor gaji atau upah adalah hal paling penting yang selalu menjadi sumber motivasi seseorang sebelum mengajukan lamaran kerja.
Hal yang kedua adalah menjaga telinga karyawan tetap baik, maksudnya bagaimana perusahaan atau leader mampu menciptakan suasana kerja dengan jelas dan terukur. Karyawan tidak hanya butuh gaji, tetapi karyawan butuh kepastian karir, kebanggaan kerja, pembelajaran dan kepercayaan.
Berkat dua strategi tersebut, pengusaha tadi sukses mengembangkan bisnisnya dalam belasan tahun ini. Dia telah menerapkan strategi penting dalam pengelolaan karyawan, yakni bagaimana memberi kompensasi baik dalam bentuk direct financial maupun non-direct financial.
Alhasil , secara langsung produktifitas dan kinerja karyawan semakin meningkat seiring dengan loyalitas yang semakin terjaga.
Contoh kasus lain, beberapa perusahaan membentuk Serikat Karyawan sebagai organisasi untuk menghimpun kekuatan karyawannya. Perusahaan memanfaatkan keberadaan serikat karyawan dalam menjembatani komunikasi antara manajemen dengan karyawan.
Semakin banyak jumlah karyawan tentu saja membutuhkan cara yang berbeda untuk menjalin komunikasi dengan mereka. Intinya produktifitas karyawan harus tetap terjaga demi kemajuan bisnis. Disinilah letak seni mengelola karyawan sebagai aset yang terpenting bagi perusahaan.
Dalam artikel kali ini, saya akan berbagi tentang bagaimana meningkatkan produktifitas karyawan, menggunakan konsep Remuneration – Reposition – Recognition, sebagai berikut :
1. REMUNERATION
Ini adalah kompensasi langsung yang diterima oleh karyawan secara berkala dan rutin. Kompensasi direct financial reward, seperti: peningkatan gaji, bonus, komisi, insentif dan lain lain.
Pertimbangan besaran pemberian kompensasi direct ini tentu harus berdasarkan azas keadilan. Maksudnya, besaran kompensasi gaji tergantung kondisi internal dan eksternal perusahaan Anda. Besaran gaji (take home pay) minimal sama dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Dalam berbagai kasus, sistem penggajian dari sisi perusahaan juga dikenal dengan fixed-cost dan variable–cost. Fixed-cost adalah besaran standar yang akan diterima oleh karyawan, sedangkan variable-cost adalah kompensasi yang akan diberikan berdasarkan pencapaian kinerja karyawan. Jika karyawan berhasil melampaui target, maka karyawan berhak mendapatkan bonus, reward, insentif yang besarannya telah disepakati oleh manajemen dengan karyawan tentunya.
2. REPOSITION
Kompensasi non-direct financial juga tak kalah pentingnya. Sumber motivasi karyawan bukan hanya dari sisi besaran financial yang diterimanya rutin setiap minggu atau bulanan. Karyawan juga butuh penghargaan dari aspek psikologis seperti pengakuan diri (self-esteem), tantangan (challenge), kekuasaan/jabatan (power of position), dan lainnya.
Contoh paling umum berupa career advancement (peningkatan karir), bisa diberikan dalam bentuk: promosi jabatan, mengelola segmen pelanggan yang lebih besar atau menugaskan karyawan untuk mengelola teritori yang lebih luas.
Tantangan akan pemberian kekuasaan atau jabatan kepada karyawan yang dianggap layak adalah sebuah penghargaan yang mampu lebih meningkatkan produktifitas. Terkadang perlu diciptakan kondisi persaingan internal untuk mendapatkan talent yang terbaik. Yang penting, azas transparan dan fairness menjadi acuan agar tidak menimbulkan demotivasi bagi karyawan.
3. RECOGNITION
Hal selanjutnya adalah bagaimana menjaga peningkatan performansi karyawan secara berkelanjutan. Kinerja juga memiliki ritme. Faktor psikologis perusahaan dan karyawan bisa naik-turun. Tantangannya adalah mampu menjaga ritme agar tetap tumbuh positif.
Larut ke dalam hal-hal yang bersifat rutin terkadang menjenuhkan. Butuh kreatifitas untuk mengungkit ritme agar kembali ke kondisi normal. Disinilah pentingnya memberikan sesuatu yang bersifat surprise bagi karyawan.
Pengakuan atas eksistensi keberhasilan karyawan dalam mencapai target dapat menjadi sesuatu surprise bagi karyawan. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menyatakannya.
Jika Anda ke resto fast-food, tidak jarang mereka menempelkan plakat untuk memberitahukan sosok karyawan yang paling berprestasi dalam jangka waktu tertentu. Ini contoh yang saat ini mulai lazim dipraktekkan sebagai bentuk recognition bagi karyawan.
Ada juga perusahaan yang menampilkan prestasi karyawannya dalam bentuk iklan di media massa. Contoh lain, pemberian hadiah ke lokasi yang selama ini menjadi impian karyawan namun bagi karyawan tersebut dianggap hal yang mustahil.
Tentu ini akan memperbesar dan meningkatkan kebanggaan karyawan yang mendapatkannya serta akan memacu semangat karyawan lainnya. Demikian Tips Menjaga Aset Berharga Bisnis Anda.
sumber : sobat-ukm.com
Komentar
Posting Komentar