Pelaku UKM Pekanbaru Riau Perlu Tingkatkan Marketing Online. PEKANBARU (KUMKM Riau) - Berdasarkan survey yang dilakukan oleh DPR RI, kesiapan Riau dalam menghadapi MEA masih minim. Secara nasional disebutkan kesiapan Provinsi Riau baru di peringkat 16 dibanding provinsi lainnya. Kelemahan yang dimiliki oleh Riau disinyalir karena SDMnya yang juga lemah.
Hal ini diakui juga oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Riau, Dahrius Husin. Disampaikannya lewat Kabid UMKM Misrahadi, bahwa kesadaran pelaku UKM terhadap marketing secara online masih rendah. Padahal dalam menghadapi MEA, pemasaran produk harus diperkuat.
Kurangnya kesadaran ini, menurut Misrahadi karena belum banyaknya UKM Riau yang bersinggungan dengan pasar internasional. Jadi meski sudah masuk MEA, produk mereka tetap laku. "Jadi MEA tidak begitu berpengaruh ke omset mereka," katanya.
Padahal dengan adanya MEA, jaringan pasar UKM Riau bisa lebih dipekuat. Keuntungannya juga akan semakin berlipay dengan banyaknya permintaan. "Salah satu untuk merebut pasar internasional tentu dengan menggarap pemasaran lewat internet," sebut Misrahadi.
Misrahadi juga menjelaskan faktor anggaran juga berpengaruh terhadap peningkatan kualitas SDM UKM Riau. Dengan banyaknya rasionalisasi, pelatihan-pelatihan yang ada akan terbatas. "Saat ini juga belum banyak UMK yang mandiri, masih mengharapkan sokongan pemerintah," sebutnya.
Salah satu upaya Pemerintah dalam meningkatkan perekonomian mikro adalah kemudahan pengurusan perizinan. Saat ini sudah ada dua daerah yang memiliki Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) terintegrasi di kecamatan. "IUMK ini mempermudah pengurusan legalitas usaha. Sehingga kepercayaan pihak lain akan tinggi," sebut Misrahadi.
IUMK juga sudah terintegrasi dengan Bank BRI. Sehingga untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan semakin mudah.
Misrahadi mengatakan saat ini sudah ada daerah lain yang juga mendapatkan pelimpahan IUMK ke kecamatan. Daerah tersebut antara lain Rokan Hulu, Kuantan Singingi dan Bengkalis. Hanya saja belum ada integrasi dengan BRI. "Secara izin sama, namun datanya tidak ada di BRI," terangnya.
Saat ini di Riau ada 535.139 UMKM yang ada di data Dinas Koperasi dan UMKM. Rinciannya yakni 7.399 usaha menengah, 149.290 usaha kecil, dan 378.450 usaha mikro. (Abd)
Sumber : galeri-kumkm.riau.go.id
Hal ini diakui juga oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Riau, Dahrius Husin. Disampaikannya lewat Kabid UMKM Misrahadi, bahwa kesadaran pelaku UKM terhadap marketing secara online masih rendah. Padahal dalam menghadapi MEA, pemasaran produk harus diperkuat.
"Padahal untuk persaingan global, marketing online harus dikuasai," sebut Misrahadi pada Senin (1/8).
Kurangnya kesadaran ini, menurut Misrahadi karena belum banyaknya UKM Riau yang bersinggungan dengan pasar internasional. Jadi meski sudah masuk MEA, produk mereka tetap laku. "Jadi MEA tidak begitu berpengaruh ke omset mereka," katanya.
Padahal dengan adanya MEA, jaringan pasar UKM Riau bisa lebih dipekuat. Keuntungannya juga akan semakin berlipay dengan banyaknya permintaan. "Salah satu untuk merebut pasar internasional tentu dengan menggarap pemasaran lewat internet," sebut Misrahadi.
Misrahadi juga menjelaskan faktor anggaran juga berpengaruh terhadap peningkatan kualitas SDM UKM Riau. Dengan banyaknya rasionalisasi, pelatihan-pelatihan yang ada akan terbatas. "Saat ini juga belum banyak UMK yang mandiri, masih mengharapkan sokongan pemerintah," sebutnya.
Salah satu upaya Pemerintah dalam meningkatkan perekonomian mikro adalah kemudahan pengurusan perizinan. Saat ini sudah ada dua daerah yang memiliki Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) terintegrasi di kecamatan. "IUMK ini mempermudah pengurusan legalitas usaha. Sehingga kepercayaan pihak lain akan tinggi," sebut Misrahadi.
IUMK juga sudah terintegrasi dengan Bank BRI. Sehingga untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan semakin mudah.
Misrahadi mengatakan saat ini sudah ada daerah lain yang juga mendapatkan pelimpahan IUMK ke kecamatan. Daerah tersebut antara lain Rokan Hulu, Kuantan Singingi dan Bengkalis. Hanya saja belum ada integrasi dengan BRI. "Secara izin sama, namun datanya tidak ada di BRI," terangnya.
Saat ini di Riau ada 535.139 UMKM yang ada di data Dinas Koperasi dan UMKM. Rinciannya yakni 7.399 usaha menengah, 149.290 usaha kecil, dan 378.450 usaha mikro. (Abd)
Sumber : galeri-kumkm.riau.go.id
Komentar
Posting Komentar