Melinjo Wakil Buati Deliserdang H Zainuddin Mars Melihat kaum Perempuan Mengolah Buah Melinjo Menjadi Bubuk Kopi
UKMRiau - Melinjo Wakil Buati Deliserdang H Zainuddin Mars melihat kaum perempuan mengolah buah melinjo menjadi bubuk kopi, Pantailabu. Wakil Bupati (Wabup) Deliserdang H Zainuddin Mars mengapresiasi Irwanto, Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lingkaran Desa dan Kepala Desa Denai Lama, Kecamatan Pantailabu Suparnu yang memiliki semangat membangun desanya lewat program yang sudah berjalan selama ini dengan memberdayakan potensi masyarakat.
"Saya berharap ke depannya akan muncul Irwanto lainnya dan Kepala Desa seperti Suparnu, sebab dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, ternyata Desa Denai Lama terpilih menjadi program Desa Vokasi. Untuk mewujudkan harapan ini tentu kita harus bergandeng tangan bahu membahu sebagaimana yang ditunjukkan pejuang kemerdekan dalam merebut kemerdekaan RI yang sebentar lagi diperingati perataan HUT 71," kata Wabup usai launching Desa Vokasi PKBM Desa Denai Lama Kecamatan Pantai Labu, Rabu (3/8).
Wabup menginstruksikan kepada seluruh SKPD untuk berkontribusi bagi pengembangan Desa Vokasi tersebut sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Serta kontribusi dari perusahaanan lewat bantuan CSR, sehingga masyarakat dapat diberdayakan untuk mengelola seluruh potensi yang ada. Selain itu,ikut membantu memasarkan hasil produksinya.
Wabup juga berharap kedepannya Desa Denai Lama bukan saja mampu berbicara di tingkat Sumatera Utara,tapi di tingkat nasional. Karenanya,Wabup mengajak seluruh warga masyarakat Deliserdang harus optimis untuk mewujudkan visi misi pembangunan ke depan yaitu "Deliserdang yang maju, berdaya saing, religius dan bersatu dalam kebhinnekaan".
Sementara Irianto menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan pelatihan kerajinan bagi kaum perempuan seperti produk makanan dan kue, serta keajinan mengolah lidi kelapa menjadi hiasan serta potongan kayu untuk pembuatan miniatur kenderaan, puzzle dan lainnya.
Wujudnya berupa melinjo yang menjadi brownies, emping coklat, kopi melinjo dan lainnya. Kemudian pisang dapat diolah menjadi cake pisang, tepung pisang, kue bangkit pisang, dodol pisang dan bolu pisang. Begitu juga pepaya dapat diolah menjadi dodol pepaya, manisan pepaya, selai pepaya dan pembuatan saos pepaya.
"Semua produk ini juga sudah dilakukan uji laboatorium produk LPM Unimed. Jadi produk kami aman untuk dikonsumsi," papar Irianto seraya menyebutkan, kaum perempuan/ibu rumah tangga mendominasi angka putus sekolah, sehingga harus diberi keterampilan. Bahkan, Desa Vokasi juga memprogramkan paket A,B,C bagi yang ingin melanjutkan pendidikan.
Direktur Pembinaan Pendidikan dan Kesetaraan Kemendibud Kastum menjelaskan, dibentuknya Desa Vokasi ini merupakan kelanjutan dari GP3M (Gerakan Pemberdayaan Pendidikan Perempuan Marginal). Pembentukan Desa Vokasi ini berdasarkan kriteria, yang satu diantaranya banyak dihuni para kaum perempuan atau banyak pula kaum perempuannya yang bekerja keluar daerah atau ada anak-anak sekolah yang drop out.
"Desa ini kaya ketrampilan dengan mengandalkan potensi desanya, seperti mengolah lidi kelapa, mengolah makanan dari buah melinjo, buah pisang, pepaya yang sudah berjalan di Desa Denai Kuala ini. Demikian juga terhadap anak sekolah yang mengalami drop out untuk mengikuti paket A,B,C dan D lewat PKBM.
Kepala LPM Unimed Kustoro Budiarta menjelaskan, LPM Unimed juga sudah sepakat untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Vokasi lewat ketrampilan dan pemanfaatan potensi desa yang ada dan menjadikan SDM masyarakat ini menjadi nilai jual.
Usai launching Program Desa Vokasi, Wabup peninjauan kegiatan pengolahan buah-buahan di tiga kelompok kaum ibu yang didampingi Ketua GOPTKI Hj Asdiana Zainuddin, Kadis Dikpora Wastianna Harahap dan pimpinan SKPD, Kades Denai Lama , Camat Pantai Labu beserta Muspika dan Camat se- Deliserdang. (rinaldi samosir)
Sumber : medanbisnisdaily.com
"Saya berharap ke depannya akan muncul Irwanto lainnya dan Kepala Desa seperti Suparnu, sebab dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, ternyata Desa Denai Lama terpilih menjadi program Desa Vokasi. Untuk mewujudkan harapan ini tentu kita harus bergandeng tangan bahu membahu sebagaimana yang ditunjukkan pejuang kemerdekan dalam merebut kemerdekaan RI yang sebentar lagi diperingati perataan HUT 71," kata Wabup usai launching Desa Vokasi PKBM Desa Denai Lama Kecamatan Pantai Labu, Rabu (3/8).
Wabup menginstruksikan kepada seluruh SKPD untuk berkontribusi bagi pengembangan Desa Vokasi tersebut sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Serta kontribusi dari perusahaanan lewat bantuan CSR, sehingga masyarakat dapat diberdayakan untuk mengelola seluruh potensi yang ada. Selain itu,ikut membantu memasarkan hasil produksinya.
Wabup juga berharap kedepannya Desa Denai Lama bukan saja mampu berbicara di tingkat Sumatera Utara,tapi di tingkat nasional. Karenanya,Wabup mengajak seluruh warga masyarakat Deliserdang harus optimis untuk mewujudkan visi misi pembangunan ke depan yaitu "Deliserdang yang maju, berdaya saing, religius dan bersatu dalam kebhinnekaan".
Sementara Irianto menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan pelatihan kerajinan bagi kaum perempuan seperti produk makanan dan kue, serta keajinan mengolah lidi kelapa menjadi hiasan serta potongan kayu untuk pembuatan miniatur kenderaan, puzzle dan lainnya.
Wujudnya berupa melinjo yang menjadi brownies, emping coklat, kopi melinjo dan lainnya. Kemudian pisang dapat diolah menjadi cake pisang, tepung pisang, kue bangkit pisang, dodol pisang dan bolu pisang. Begitu juga pepaya dapat diolah menjadi dodol pepaya, manisan pepaya, selai pepaya dan pembuatan saos pepaya.
"Semua produk ini juga sudah dilakukan uji laboatorium produk LPM Unimed. Jadi produk kami aman untuk dikonsumsi," papar Irianto seraya menyebutkan, kaum perempuan/ibu rumah tangga mendominasi angka putus sekolah, sehingga harus diberi keterampilan. Bahkan, Desa Vokasi juga memprogramkan paket A,B,C bagi yang ingin melanjutkan pendidikan.
Direktur Pembinaan Pendidikan dan Kesetaraan Kemendibud Kastum menjelaskan, dibentuknya Desa Vokasi ini merupakan kelanjutan dari GP3M (Gerakan Pemberdayaan Pendidikan Perempuan Marginal). Pembentukan Desa Vokasi ini berdasarkan kriteria, yang satu diantaranya banyak dihuni para kaum perempuan atau banyak pula kaum perempuannya yang bekerja keluar daerah atau ada anak-anak sekolah yang drop out.
"Desa ini kaya ketrampilan dengan mengandalkan potensi desanya, seperti mengolah lidi kelapa, mengolah makanan dari buah melinjo, buah pisang, pepaya yang sudah berjalan di Desa Denai Kuala ini. Demikian juga terhadap anak sekolah yang mengalami drop out untuk mengikuti paket A,B,C dan D lewat PKBM.
Kepala LPM Unimed Kustoro Budiarta menjelaskan, LPM Unimed juga sudah sepakat untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Vokasi lewat ketrampilan dan pemanfaatan potensi desa yang ada dan menjadikan SDM masyarakat ini menjadi nilai jual.
Usai launching Program Desa Vokasi, Wabup peninjauan kegiatan pengolahan buah-buahan di tiga kelompok kaum ibu yang didampingi Ketua GOPTKI Hj Asdiana Zainuddin, Kadis Dikpora Wastianna Harahap dan pimpinan SKPD, Kades Denai Lama , Camat Pantai Labu beserta Muspika dan Camat se- Deliserdang. (rinaldi samosir)
Sumber : medanbisnisdaily.com
Komentar
Posting Komentar