Inilah UKM yang akan Berjaya di era Digital. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memprediksi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berbasis digital yang bisa memberikan inovasi sosial akan berjaya di era digital.
“Revolusi digital itu bertujuan mempercepat implementasi ekonomi digital dan membangun inovasi sosial ke publik dan komunitas. Jadi, di era digital ini UKM berbasis digital alias industri kreatif digital (IKD) akan berjaya,” ungkap Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin dalam acara Bincang Bisnis #UKMIndonesiaGoesDigital : Shifting from Offline to Online pekan lalu.
Menurutnya, UKM berbasis kuliner, tekstil, dan produk lainnya tetap akan berjaya layaknya tahun-tahun lalu jika bisa memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai enabler pertumbuhan bisnis.
Ditambahkannya, IKD akan tumbuh pesat karena adopsi smartphone kian tinggi dan penetrasi internet terus tumbuh. “IKD yang sukses memberikan kemudahan bagi masyarakat, seperti GoJek yang berhasil memangkas supply chain di transportasi. IKD ini modalnya kreatifitas, inovasi itu priceless,” ulasnya.
Disarankannya, bagi korporasi yang akan bermain melayani pasar UKM untuk melihat segmen ini sebagai subyek bukan obyek pasar. “Tak bisa one size fit to all. Masuknya harus total, kalau Anda masuk sepenggal, dapatnya secuil dari masalah dan merasa tahu semua. Harus bergandengan tangan dengan pelaku UKM untuk membuat mereka mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.
Pada kesempatan sama EGM Telkom Divisi Business Services Yusron Hariyadi mengakui dalam menggarap segmen UKM, Telkom selalu menggandeng komunitas agar tahu keinginan pasar. “Kita ini pekerjaannya berat di UKM karena harus bangun ekosistem. Kita harus mengubah mindset dengan tak hanya menjual produk solusi tetapi juga perubahan budaya berbisnis ke UKM,” tambahnya.
Sebelumnya, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mencatat selama 2014 sebanyak 36 startup berhasil menggaet pendanaan investor dengan nilai di atas Rp 10 triliun.Tahun 2015.
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan realisasi minat investasi asing sepanjang Januari-September 2015 melonjak 16,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Tapi, dalam catatan Bank Indonesia, aliran dana investor asing justru merosot 21% pada periode yang sama. Penurunan ini terutama diakibatkan sektor pertambangan. Sementara itu, investasi ke perusahaan teknologi justru terus meningkat.
sumber : sobat-ukm.com
“Revolusi digital itu bertujuan mempercepat implementasi ekonomi digital dan membangun inovasi sosial ke publik dan komunitas. Jadi, di era digital ini UKM berbasis digital alias industri kreatif digital (IKD) akan berjaya,” ungkap Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin dalam acara Bincang Bisnis #UKMIndonesiaGoesDigital : Shifting from Offline to Online pekan lalu.
Menurutnya, UKM berbasis kuliner, tekstil, dan produk lainnya tetap akan berjaya layaknya tahun-tahun lalu jika bisa memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai enabler pertumbuhan bisnis.
“Sebenarnya 50% dari proses UKM itu banyak offline. Tetapi TIK datang untuk mempercepat proses agar terjadi akselerasi. Bagi UKM berbasis produk, saatnya optimalkan TIK. Bagi pemain baru, akan berjamuran itu IKD di 2016,” paparnya.
Ditambahkannya, IKD akan tumbuh pesat karena adopsi smartphone kian tinggi dan penetrasi internet terus tumbuh. “IKD yang sukses memberikan kemudahan bagi masyarakat, seperti GoJek yang berhasil memangkas supply chain di transportasi. IKD ini modalnya kreatifitas, inovasi itu priceless,” ulasnya.
Disarankannya, bagi korporasi yang akan bermain melayani pasar UKM untuk melihat segmen ini sebagai subyek bukan obyek pasar. “Tak bisa one size fit to all. Masuknya harus total, kalau Anda masuk sepenggal, dapatnya secuil dari masalah dan merasa tahu semua. Harus bergandengan tangan dengan pelaku UKM untuk membuat mereka mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.
Pada kesempatan sama EGM Telkom Divisi Business Services Yusron Hariyadi mengakui dalam menggarap segmen UKM, Telkom selalu menggandeng komunitas agar tahu keinginan pasar. “Kita ini pekerjaannya berat di UKM karena harus bangun ekosistem. Kita harus mengubah mindset dengan tak hanya menjual produk solusi tetapi juga perubahan budaya berbisnis ke UKM,” tambahnya.
Sebelumnya, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mencatat selama 2014 sebanyak 36 startup berhasil menggaet pendanaan investor dengan nilai di atas Rp 10 triliun.Tahun 2015.
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan realisasi minat investasi asing sepanjang Januari-September 2015 melonjak 16,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Tapi, dalam catatan Bank Indonesia, aliran dana investor asing justru merosot 21% pada periode yang sama. Penurunan ini terutama diakibatkan sektor pertambangan. Sementara itu, investasi ke perusahaan teknologi justru terus meningkat.
sumber : sobat-ukm.com
Komentar
Posting Komentar