Pekanbaru - UMKM Pekanbaru Mantap ! Produk UMKM Pekanbaru Go Internasional. Kerja keras Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mempromosikan berbagai produk hasil olahan Industri Rumah Tangga membuahkan hasil yang baik. Ini dapat dibuktikan dari beberapa produk UMKM yang dimiliki Kota Pekanbaru, saat ini tidak lagi hanya dikenal secara nasional akan tetapi sudah Go Internasional.
Tentunya ini merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kota Pekanbaru. Produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM di Pekanbaru tidak kalah saing dengan kualitas produk di luar negeri. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Pekanbaru, Ardiansyah, Selasa (01/03/2016).
”Beberapa produk yang sudah Go Internasional itu, di antaranya adalah produk lokal yang sudah menasional seperti Rumah Produksi Usaha Anak Pekanbaru, yang sekarang usahanya sudah memiliki cabang di beberapa daerah di Indonesia. Produk-produk yang dihasilkan itu tidak saja di bidang makanan saja, tetapi juga termasuk pakaian dan juga olahan batik khas Provinsi Riau,” ujarnya.
Dikatakan Ardiansyah, pelaku usaha UMKM, diharapkan untuk dapat terus meningkatkan lagi kualitas hasil produknya. Ini juga harus dibarengi dengan penguatan secara kelembagaan berupa sertifikat agar wilayah pemasarannya bisa lebih jauh lagi.
”Pelaku usaha jangan merasa pesimis, yakin terus dalam meningkatkan inovasi produk. Karena apa yang telah dihasilkan tidak jauh beda dari produk luar,” tutupnya.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau, Muhammad Firdaus mengatakan, UMKM di Riau, akan mendapat sokongan dana di tahun 2016, jika pelaku usaha tersebut telah memenuhi legalitas yang diminta sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 64 Tahun 2015 tentang syarat dan ketentuan pemberian dana hibah.
”Tahun 2016 ini kami alokasikan Rp3,5 miliar untuk membantu UMKM, termasuk juga pelaku UMKM yang ada di Kota Pekanbaru sendiri,” terang pria yang akrab dipanggil Firdaus ini.
Dana tersebut diharapkan dapat membantu permodalan UMKM yang ada di Riau, terutama dalam hal produksi. Menurutnya, harga jual yang tinggi disebabkan membengkaknya biaya produksi karena belum menggunakan teknologi mesin.
”Kebanyakan UMKM kita masih mengandalkan operasional produksi secara sederhana dan tradisional, sehingga biaya produksinya pun tinggi juga,” jelasnya.(adv/hms)
sumber : riauposting.com
Komentar
Posting Komentar